Pijat untuk Bayi? Ini lho Bund, 5 Manfaat Pijat untuk Si Kecil

Pijat untuk Bayi? Ini lho Bund, 5 Manfaat Pijat untuk Si Kecil

Pentingnya Pijat untuk Si Kecil

Selama ini banyak bunda yang mengira bahwa pijat hanya bisa dilakukan untuk orang dewasa saja. Bener gak bund? Padahal Si Kecil juga boleh mendapatkan pijatan lho bund. Bahkan beberapa sumber mengatakan jika pijat dapat memberikan manfaat kesehatan untuk Si Kecil, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, jangan ragu untuk sesekali memberikan pijatan untuk Si Kecil ya bund. 

Nah, sebelum bunda coba memijat Si Kecil, ketahui dulu beberapa manfaat pijat bagi bayi diartikel ini. 

Terlebih lagi, selain bermanfaat untuk Si Kecil, memijat Si Kecil juga memberikan manfaat untuk bunda lho. Apalagi bunda yang mengalami depresi pasca melahirkan. Dengan memijat, bunda dapat menghilangkan depresi yang bunda alami serta membangun ikatan emosional antara bunda dan Si Kecil yang lebih kuat. 

Beda Stimulasi Pijat dengan Urut Tradisional

Berikutnya yang perlu bunda ketahui adalah bahawa stimulasi pijat berbeda dengan urut tradisional ya bund. 

Meskipun begitu, sebenarnya baik pijat maupun urut memiliki kemiripan pada gerakannya. Perbedaanya terletak pada orang yang melakukannya. Urut biasanya dilakukan oleh dukun pijat yang melakukan pijatan dengan tujuan penyembuhan penyakit. Sehingga urut pada bayi boleh terus dilakukan meski Si Kecil menangis (bisa disebabkan rasa sakit). Sedangkan stimulasi pijat boleh dilakukan bunda ataupun anggota keluarga lainnya dan dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan ya bund.

Pada dasarnya, tujuan pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pijat bayi dilakukan dalam suasana yang nyaman.  Durasi yang dianjurkan yaitu sekitar 15 menit saja dan sebaiknya dilakukan secara rutin. Bila memungkinkan bisa dilakukan tiga kali sehari. 

Manfaat Stimulasi Pijat bagi Bayi

Secara ilmiah, stimulasi pijat bermanfaat untuk:

Meningkatkan berat badan bayi

Beberapa penelitian menunjukan bahwa pijat bayi dapat mempengaruhi peningkatan berat badan bayi, karena pijat bayi meningkatan aktivitas lambung yang menyebabkan penyerapan nutrisi menjadi lebih efisien. Dengan penyerapan yang sempurna, berat badan Si Kecil akan meningkat.

Bermanfaat untuk perkembangan Si Kecil

Pijat sangat bermanfaat untuk perkembangan Si Kecil dimasa depan. Terutama bagi bayi yang lahir prematur.  Memijat dengan kekuatan sedang akan membuat bayi lebih tenang. 

Bermanfaat untuk kesehatan kulit Si Kecil

Pemberian minyak saat memijat dapat membantu menstabilkan suhu tubuh Si Kecil serta mencegah hilangnya panas melalui kulit. Ini sangat bermanfaat bagi bayi prematur yang cenderung mengalami hipotermia lho bund. 

Memperbaiki pola tidur Si Kecil

Bayi yang mendapatkan stimulasi pijat umumnya menjadi lebih aktif dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Membuat ikatan/bonding ibu dan Si Kecil

Melalui pijat, bunda memiliki kesempatan untuk mengenal bayi lebih dekat. Membangun kelekatan (bonding) yang membuat bunda mengerti dan lebih responsif terhadap kebutuhan Si Kecil.






Baby Massage

Cara Stimulasi Pijat Bayi

Lalu, bagaimana cara melakukan stimulasi pijat ya bund? Simak uraiannya dibawah ini ya

  1. Sebelum memijat, cobalah untuk meluangkan sedikit waktu untuk bermain, mengajak bicara dan bercengkrama dengan Si Kecil ya bund, agar bisa membangun mood Si Kecil.
  2. Tuangkan sedikit minyak ataupun krim di kedua tangan bunda, lalu gosokan untuk menyalurkan panas tubuh.
  3. Mulailah pijat pada kedua kaki Si Kecil terlebih dahulu karena bayi sudah terbiasa dengan sentuhan pada kakinya setiap kali bunda mengganti popoknya.
  4. Pijatlah Si Kecil dengan lembut karena pijatan yang terlalu kuat akan menyakiti dan pijatan yang terlalu lembut akan menggelitik Si Kecil.
  5. Gerakan pijatan bisa bunda lakukan dari arah tengah tubuh ke luar, seperti dari bagian paha ke arah telapak kaki dan dari bagian pundak ke telapak tangan. Bunda bisa mengulanginya beberapa kali.
  6. Perhatikan tanda yang diperlihatkan Si Kecil. Bayi biasanya akan memberikan tanda apabila dia merasa nyaman ataupun ingin menyudahi pijatan.

Beberapa Gerakan Pijat Bayi

  1. Gerakan memeras, yaitu gerakan menggenggam tangan dan kaki si Kecil dan memerasnya perlahan dengan lembut.
  2. Gerakan membelah, yaitu gerakan yang dilakukan pada dada, perut dan punggung bayi, di mana kedua tangan Ibu diletakkan di tengah tubuh dan membelah ke arah luar.
  3. Gerakan tuas, yaitu gerakan yang dilakukan dengan telentang, lalu menggerakkan kedua kaki bayi ke atas dan tekuk secara lembut seperti posisi menaiki sepeda. Lakukan hal yang sama pada kedua tangan buah hati.

 

Referensi: idai.co.id, nutriclub.co.id

Tips Menyusui Si Kecil

Tips Menyusui Si Kecil

Menyusui bayi adalah hal yang cukup melelahkan bagi sebagian bunda yang baru saja melahirkan. Tidur larut malam, pola makan jadi tidak teratur hingga kurang memerhatikan penampilan. Jangan salah, ternyata bunda juga bisa tetap  tampil cantik saat sedang menyusui. Namun, bukan hal itu yang akan kita bahas, kali ini kita akan membahas mengenai tips menyusui bayi yang baru lahir.

Berbeda dengan tips menyusui setelah operasi Caesar, kali ini sifatnya lebih umum, diartikel ini kita juga akan membahas mengenai waktu menyusui bayi yang baru lahir, tanda bayi kelaparan serta tanda bayi kekurangan ASI. Selain itu, dukungan suami dibutuhkan saat menyusui untuk mendukung suksesnya kelancaran ASI.

Waktu Menyusui untuk Bayi yang baru Lahir

Bayi yang baru lahir perlu untuk diberi asupan makanan berupa ASI secara tepat waktu. Jangan biarkan bayi bunda kelaparan, karena hal ini dapat menyebabkan komplikasi pada Si Kecil. Lalu kapan waktu yang tepat untuk Si Kecil diberi makan?

  1. Minggu 1

Dalam sehari bunda harus memberi asupan Si Kecil setidaknya 10-12 kali dalam 24 jam. Biarkan Si Kecil menyusu hingga ia merasa kenyang. Jangan lupa untuk bangunkan Si Kecil setiap 2 jam di siang hari untuk memberinya ASI. Pada malam hari  juga berikan ASI agar tidur Si Kecil jauh lebih nyenyak.

  1. Minggu ke-2 hingga Minggu ke-6

Setelah usia Si Kecil menginjak minggu kedua, bunda mulai dapat membatasi makanan berupa ASI, sekitar 8 sampai 12 kali setiap harinya. Selain itu, berikan ASI selama Si Kecil membutuhkannya. Setiap sesi biasanya berlangsung selama 20 hingga 30 menit, bisa lebih lama lagi bergantung kebutuhan Si Kecil.