Growth Spurt Pada Bayi, Yuk Kenali Tandanya Agar Bunda Tidak Panik

Growth Spurt Pada Bayi, Yuk Kenali Tandanya Agar Bunda Tidak Panik

Bunda, sudah pernah dengar istilah growth spurt pada bayi? Jika belum artikel berikut ini penting sekali untuk bunda. Bila bayi bunda akhir-akhir ini lebih rewel dan lebih sering menyusu dari biasanya, kemungkinan ia sedang mengalaminya. Faktanya belum banyak bunda yang tahu dan mengenal apa itu growth spurt pada bayi. Selain dua tanda diatas, ada juga beberapa tanda lain Si Kecil mengalami growth spurt. Apa saja ya bund? Yuk, kenali tanda-tandanya di artikel ini!

Apa Itu Growth Spurt?

Sebagai ibu baru, bunda tentunya akan menemui banyak hal baru seputar bayi. Salah satunya yang berkaitan dengan tumbuh kembang Si Kecil. Istilah yang mungkin belum banyak bunda tahu, ternyata terjadi pada Si Kecil pada 1 tahun pertama kehidupannya. Pada masa tersebut, bayi akan mengalami peningkatan pertumbuhan pada waktu-waktu tertentu.

Growth spurt adalah percepatan pertumbuhan yang terjadi pada beberapa bulan awal setelah Si Kecil dilahirkan. Pada masa ini tubuh bayi membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya untuk mendukung pertumbuhannya.

Tanda-tanda Growth Spurt pada bayi

Meski normal terjadi pada bayi, namun beberapa bunda merasa panik menghadapi percepatan pertumbuhan Si Kecil. Supaya bunda tidak panik lagi, yuk kenali apa saja tanda-tanda Si Kecil mengalami growth spurt.

Berikut ini tanda-tandanya:

1. Bayi terlihat lapar dan lebih sering menyusu

Selama percepatan pertumbuhan bayi membutuhkan lebih banyak nutrisi dan energi. Sehingga membuat bayi jadi lebih sering menyusu. Jika biasanya Si Kecil menyusui setiap 2-3 jam sekali, saat percepatan pertumbuhan maka bayi bisa menyusu setiap 1 jam sekali. 

2. Pola tidur bayi berubah

Beberapa hari sebelumnya, biasanya Si Kecil akan memiliki jam tidur yang lebih lama dari biasanya. Bahkan selama growth spurt bayi dapat tidur 4-5 jam lebih lama. Hal ini karena bayi butuh waktu tidur yang lebih lama agar dapat memproduksi hormon pertumbuhan yang penting untuknya.  

Disisi lain, ada juga bayi yang jadi lebih jarang tidur baik di siang atau di malam hari. 

Tanda Fisik

3. Bayi lebih rewel dan menangis

Selama masa ini juga bayi menjadi lebih rewel dan menangis. Hal ini karena bayi cepat merasa lapar dan kelelahan atau bahkan merasa sakit. Karena selama proses pertumbuhan fisiknya, otot dan tendon bayi akan meregang.

Si Kecil akan kembali tenang setelah masa growth spurt selesai. Bunda bisa membantu menenangkan Si Kecil dengan memberikan pelukan, usapan ataupun mengendong Si Kecil.

4. Ukuran dan berat badan bayi bertambah

Apakah bunda baru menyadari jika baju Si Kecil sudah tampak kekecilan atau jadi terasa lebih berat? Dan ternyata tubuh Si Kecil semakin membesar. 

Selain itu, tinggi badan dan lingkar kepala bayi ternyata juga meningkat selama growth spurt. Cek perubahannya dengan menimbang sendiri atau membawanya ke puskesmas atau dokter ya bund. 

Tips Ketika Si Kecil Mengalami Growth Spurt

Jika Si Kecil sedang mengalami percepatan pertumbuhan, yuk lakukan beberapa tips berikut ini untuk menenangkannya:

1. Lebih Sering Menyusui Si Kecil

Jika bayi bunda masih ASI eksklusif, susui Si Kecil lebih sering dibanding hari biasanya. Hal ini agar kebutuhan nutrisi dan energi Si Kecil tetap terpenuhi.

Adapun untuk bayi yang sudah masa MPASI, bunda bisa menyusui Si Kecil sesuai kebutuhan dan keinginannya.

2. Cukupi Waktu Istirahat

Baik bunda ataupun Si Kecil pasti merasa kelelahan selama masa growth spurt. Untuk itu, pastikan bunda cukupi asupan cairan, makanan dan waktu istirahat. Agar bunda memiliki cukup energi untuk memberikan ASI dan merawat Si Kecil. Pastikan juga Si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.

3. Tenangkan Si Kecil

Tenangkan Si Kecil yang lebih rewel dan aktif beberapa aktivitas. Diantaranya seperti bermain, membacakan Si Kecil cerita atau bisa juga menggendongnya.

4. Simpan Cadangan Stok ASI Perah

Pertumbuhannya yang cepat mengharuskan bunda untuk selalu menyusui Si Kecil. Oleh karena itu, alangkah baiknya bunda menyiapkan cadangan ASI perah yang banyak untuk mencukupi kebutuhan ASI Si Kecil. Dengan begitu, bunda tidak akan terlalu kelelahan karena harus selalu menyusui Si Kecil. 

5. Jaga Pola Makan

Asupan makanan yang bergizi sangat bunda butuhkan untuk membantu melancarkan produksi ASI. Terlebih saat Si Kecil mengalami growth spurt. Maka dari itu, selalu pastikan bunda mendapatkan cukup asupan nutrisi dan cairan agar ASI selalu lancar. 

Ini Rahasianya!

Salah satu cara agar bunda memiliki produksi ASI yang lancar yaitu dengan mengonsumsi Booster ASI seperti Lactamond dan Shelacta. Susu nabati khusus ibu menyusui yang dapat membantu melancarkan produksi ASI bunda serta meningkatkan kualitas ASI.

Yuk, cobain Booster ASI Lactamond dan Shelacta.

Referensi: alodokter.com, theasianparent.com

Mengenal Jenis-jenis ASI serta Kandungan Gizi Didalamnya

Mengenal Jenis-jenis ASI serta Kandungan Gizi Didalamnya

Sebagai ibu, bunda tentu tidak ragu lagi akan keunggulan serta keistimewaan ASI sebagai nutrisi terbaik untuk Si Kecil. ASI menyediakan beragam nutrisi penting yang sangat dibutuhkan bayi. Terutama pada 6 bulan awal kehidupannya. Hal ini karena ASI dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan optimal. Tentunya bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil dengan memberikan ASI eksklusif bukan? Sebelum itu bunda juga perlu tau jenis-jenis ASI serta kandungan didalamnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini ya bund.

Komposisi ASI

ASI mengandung dua komponen nutrisi yakni makro dan mikro nutrien. Zat gizi yang masuk dalam kategori makro nutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan vitamin dan mineral masuk dalam kategori mikronutrien. Selain itu, ASI juga terdiri dari air yaitu sebanyak 90%. Keistimewaan ASI dibanding susu formula adalah volume dan komposisi nutrisi pada ASI akan berbeda-beda menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Oleh karena itu, ASI terbagi kedalam beberapa jenis yang juga memiliki kandungan zat gizi yang berbeda-beda.

Jenis-jenis ASI

1. Kolostrum

Adalah cairan ASI yang pertama kali keluar setelah bunda melahirkan. Kolostrum biasanya diproduksi sekitar 1-5 hari pertama sejak kelahiran bayi. Cairan ini biasanya berwarna kekuningan dan memiliki tekstur yang kental.

Sayangnya, banyak bunda yang mengira kolostrum sebagai ASI yang kurang baik. Padahal kolostrum mengandung berbagai zat gizi penting yang baik untuk bayi. Salah satunya yaitu kandungan protein yang tinggi. Selain itu, kolostrum juga tinggi kandungan vitamin larut lemak, mineral, antibodi, sel darah putih, vitamin A serta immunoglobulin. Itulah mengapa bunda harus memastikan Si Kecil mendapatkan kolostrum sejak awal kelahirannya.

2. ASI Transisi

Setelah produksi kolostrum selesai yaitu sekitar 7-14 hari setelah melahirkan, ASI bunda akan mengalami perubahan jenis. Jenis ASI diwaktu ini disebut sebagai ASI transisi atau ASI peralihan. ASI transisi merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi cairan ASI yang sesungguhnya.

Jika dibandingkan dengan kolostrum yang memiliki kandungan protein yang tinggi, ASI transisi banyak mengandung lemak dan gula susu (laktosa). ASI transisi biasanya terlihat kekuningan diawal dengan tekstur agak kental. Kemudian, seiring berjalan waktu ASI transisi akan telihat berwarna putih dengan tekstur lebih cair.

3. ASI Matur

Jenis ASI yang ketiga ini biasa disebut juga dengan ASI matang. ASI matur biasanya diproduksi pada tahap terakhir. ASI jenis ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya mengandung nutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Dengan banyaknya kandungan air pada ASI matur bermanfaat untuk menjaga bayi tetap terhidrasi/ terpenuhi kebutuhan cairannya dengan baik. Sedangkan kandungan nutrisinya bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan bayi.

ASI matur memiliki warna putih yang sama seperti susu pada umumnya. Namun kadang warnanya juga berubah dipengaruhi oleh makanan yang bunda konsumsi.

Terdapat dua jenis warna dan tekstur ASI matur yang bagus:

Jenis ASI matur ini biasanya keluar pada awal-awal sesi menyusui. Foremilk berwarna jernih dan sedikit kebiru-biruan. Warna tersebut menunjukan bahwa ASI ini memiliki kandungan lemak yang rendah serta memiliki tekstur yang encer. Meski demikian, foremilk masih termasuk jenis ASI yang bagus.

Jenis kedua dari ASI matur ini biasanya akan keluar menjelang sesi terakhir dari menyusui. Hindmilk berwarna putih pekat dan memiliki tekstur yang lebih kental. Hal ini karena hindmilk memiliki kandungan lemak yang tinggi jika dibandingkan dengan foremilk.

Selain itu hindmilk seringnya keluar pada sesi terakhir menyusui. Jika bayi keburu kenyang sebelum selesai menyusu, sebaiknya bunda gunakan pompa ASI untuk mengosongkan payudara. Semakin sering dipompa maka kandungan lemak dalam ASI akan terus meningkat dan membuatnya semakin kental.

Namun yang paling utama, sebaiknya bunda usahakan agar Si Kecil menyusui sampai akhir. Alasannya agar bayi mendapatkan semua tekstur ASI bunda serta semua kandungan nutrisi yang ada didalamnya.

Kandungan Gizi Pada ASI

1. Protein

ASI memiliki kandungan protein yang jauh tinggi dibanding susu sapi. Selain itu, kualitas protein pada ASI juga lebih tinggi karena memiliki kandungan asam amino yang lengkap.

Dari segi komposisi proteinnya, ASI juga berbeda dengan susu sapi. Kedua jenis susu ini sama-sama terdiri dari whey dan casein. Tetapi ASI memiliki kandungan protein whey yang lebih banyak sehingga ASI lebih mudah dicerna oleh usus bayi. Sedangkan susu sapi memiliki kandungan protein casein yang lebih banyak sehingga lebih sulit dicerna oleh bayi.

2. Karbohidrat

Laktosa merupakan karbohidrat utama yang terdapat didalam ASI. Setelah bayi menyusu, laktosa akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak bayi. Lebih lanjut, ASI memiliki kadar laktosa hampir 2 kali lipat dibanding laktosa yang ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Selain itu, penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding  susu sapi. Sehingga jarang ditemui bayi yang mengalami diare karena pemberian ASI.

3. Lemak

ASI memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini sangat dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan otaknya dengan cepat selama masa bayi.

Lemak yang banyak ditemukan pada ASI terdiri dari lemak omega 3 dan 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi. Selain itu, ASI juga mengandung banyak asam lemak rantai panjang seperti DHA dan ARA. Asam lemak tersebut berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata bayi.

Susu sapi tidak memiliki kandungan DHA dan ARA, sehingga hampir semua susu formula diberi tambahan DHA dan ARA. Meskipun begitu, kandungan DHA dan ARA pada susu formula tidak sebaik yang ada pada ASI.

4. Karnitin

ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi pada 3 minggu pertama menyusui. Terutama karnitin yang terdapat pada kolostrum. Karnitin memiliki peran dalan membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh bayi.

5. Vitamin A, D, E, K

ASI memiliki kandungan vitamin yang lengkap dan sangat dibutuhkan bayi seperti vitamin A, D, E dan K.

Berfungsi untuk kesehatan mata, pembelahan sel, kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Selain itu ASI juga mengandung bahan baku vitamin A yaitu beta karoten. Beta karoten berfungsi untuk mendukung tumbuh kembang serta daya tahan tubuh bayi yang baik.

Meski kandungan vitamin D termasuk sedikit didalam ASI, bunda bisa menambahkannya dengan menjemur bayi dipagi hari. Bayi bisa mendapatkan tambahan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Dengan demikian dapat mencegah bayi menderita penyakit tulang karena kekurangan vitamin D.

Jenis vitamin ini memiliki fungsi penting untuk ketahanan dinding sel darah merah. ASI mengandung vitamin E yang tinggi terutama pada jenis kolostrum dan ASI transisi.

Bayi membutuhkan asupan vitamin K dari ASI sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor pembekuan. Sama seperti vitamin D yang hanya ada sedikit pada ASI, bayi baru lahir juga perlu mendapatkan tambahan vitamin K. Salah satunya secara umum vitamin K diberikan dalam bentuk suntikan. Hal ini agar menghindari risiko terjadi perdarahan pada bayi.

6. Vitamin larut dalam air

ASI mengandung hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat dan vitamin C. Namun, kadar vitamin dalam ASI dapat dipengaruhi asupan makanan yang bunda konsumsi lho. Jadi usahakan bunda konsumsi vitamin tambahan ataupun konsumsi makanan yang bergizi tinggi ya.

7. Mineral

Berbeda dengan vitamin, kadar mineral dalam ASI tidak begitu dipengaruhi oleh makanan ataupun status gizi bunda. Kabar baiknya, mineral yang ada pada ASI memiliki kualitas lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan mineral didalam susu sapi. Mineral yang terdapat didalam ASI diantaranya:

Berfungsi untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf serta pembekuan darah.

Kadar zar besi pada ASI dan susu sapi sama-sama rendah. Namun zat besi ASI lebih mudah diserap bayi. Bunda juga tidak perlu khawatir karena ketika masa MPASI bunda bisa memberikan makanan dengan zat besi tinggi. Hal ini agar mengurangi risiko bayi kekurangan zat besi.

Mineral ini dibutuhkan oleh tubuh bayi karena berfungsi membantu berbagai proses metabolisme didalam tubuh.

Selebihnya, ASI juga mengandung mineral lain seperti fosfor, mangan, tembaga, kromium, fluor dan selenium. Dimana semua mineral tersebut bermanfaat untuk pertumbungan dan perkembangan bayi.

Solusi ASI Deras Berkualitas

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis ASI serta kandungan nutrisi yang ada didalamnya. Selain menjaga pola makan seimbang, bunda juga bisa meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI. 

Salah satunya dengan konsumsi susu nabati Lactamond. 

Sudah banyak bunda yang membuktikan lho bund. Setelah konsumsi Lactamond, produksi ASI semakin deras dan tentunya kental berkualitas. Bayi tumbuh sehat dengan ASI yang optimal.

Referensi: hellosehat.com, idai.or.id

8 Buah yang Baik Dikonsumsi Agar ASI Lancar Selama Menyusui

8 Buah yang Baik Dikonsumsi Agar ASI Lancar Selama Menyusui

Tahukah Bunda? Selama menyusui, asupan nutrisi yang bunda konsumsi juga akan diserap Si Kecil melalui ASI lho. Artinya, bunda harus memperhatikan apa-apa saja yang bunda konsumsi setiap harinya. Terlebih bagi bunda yang sedang menjalani ASI eksklusif. Tentu bunda ingin tetap sehat serta memiliki produksi ASI yang lancar selama menyusui. Salah satu cara yang bisa bunda lakukan adalah dengan menerapkan pola makan yang seimbang, termasuk juga dengan rajin mengonsumi buah-buahan agar ASI lancar. 

Buah-buahan menyediakan sumber energi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama menyusui. Lalu, apa saja buah yang bagus dikonsumsi selama menyusui agar tetap sehat dan ASI lancar ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini bund!

Buah yang Baik Dikonsumsi Agar ASI Lancar

1. Pepaya Hijau

Selama menyusui, sangat penting untuk bunda tetap terhidrasi dan mengonsumsi berbagai jenis buah. Salah satu buah yang jadi pilihan terbaik untuk bunda yang sedang menyusui adalah pepaya hijau atau pepaya yang belum matang. Hal ini karena pepaya mengandung enzim serta vitamin seperti vitamin A, B, C dan E yang dapat membantu kelancaran produksi ASI bunda.

2. Pisang

Selama menyusui, sangat penting untuk bunda tetap terhidrasi dan mengonsumsi berbagai jenis buah. Salah satu buah yang jadi pilihan terbaik untuk bunda yang sedang menyusui adalah pepaya hijau atau pepaya yang belum matang. Hal ini karena pepaya mengandung enzim serta vitamin seperti vitamin A, B, C dan E yang dapat membantu kelancaran produksi ASI bunda.

3. Alpukat

Buah dengan daging berwarna hijau ini memiliki rasa yang nikmat terlebih ketika dijadikan minuman ya bund. Selain rasa yang nikmat, alpukat juga sangat bermanfaat bagi kesehatan bunda dan Si Kecil. Salah satunya karena alpukat kaya akan potasium.

Selain itu, alpukat juga kaya akan asam lemak omega 3, 6 dan 9. Asam lemak inilah yang dapat membantu meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi ASI bunda.

Beberapa peneliti bahkan percaya jika mengonsumsi asam lemak omega 3 dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan bayi bunda.

4. Melon Kuning (Rock Melon)

Buah dengan kandungan air yang tinggi seperti melon kuning ini tentu sangat menyegarkan ya bund. Dengan mengonsumsi buah ini, kebutuhan cairan bunda akan tetap tercukupi selama menyusui. 

Selain itu, melon kuning juga kaya akan serat, vitamin K dan B, potasium, magnesium, niacin, thiamin serta asam folat. Semua nutrisi ini bunda butuhkan untuk mendukung kelancaran menyusui bunda.

5. Jeruk

Vitamin C merupakan asupan nutrisi yang sangat dibutuhkan ibu menyusui. Nah, bunda bisa dapatkan asupan vitamin ini dengan mengonsumsi buah jeruk ya. Jeruk mengandung vitamin C yang tinggi dan juga sumber serat yang baik. Sehingga jeruk dapat membantu meredakan sembelit yang mungkin bunda alami selama masa menyusui.

6. Strawberry

Si Merah dengan rasa asam dan manis tentu sangat menggiurkan untuk dikonsumsi ya bund. Nah, bagi bunda yang sedang menyusui, buah strawberry wajib untuk ditambahkan ke menu harian bunda ya. Hal ini karena strawberry mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan bunda selama menyusui. Diantaranya seperti vitamin C, zat besi, kalsium, potasium dan magnesium.

7. Blueberry

Buah satu ini adalah salah satu buah terbaik yang harus dikonsumsi ibu menyusui. Alasannya karena blueberry memiliki kandungan nutrisi esensial yang melimpah. Diantaranya adalah vitamin A dan K, kalsium, karbohidrat dan potasium. Selain itu, buah ini juga mengandung antioksidan yang tinggi. Sehingga dengan mengonsumsi blueberry dapat melindungi bunda dari berbagai infeksi penyakit.

Itulah beberapa buah yang baik dikonsumsi selama bunda menyusui. Tentunya selain buah, agar kebutuhan nutrisi tubuh bunda terpenuhi, bunda juga bisa mengonsumsi makanan lain. Misalnya seperti produk susu, protein dan sayur-sayuran. Kebutuhan protein bisa bunda dapatkan dari telur, daging unggas, ikan dan kacang-kacangan.

Kabar baiknya juga, kini sudah ada booster ASI yang terbuat dari kacang-kacangan lho bund yaitu Lactamond. Tentunya selain praktis, Lactamond sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI bunda.

Referensi: parenting.firstcry.com, momspresso.com

Jangan Lewatkan! Inilah 9 Manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Bagi Ibu dan Bayi

Jangan Lewatkan! Inilah 9 Manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Bagi Ibu dan Bayi

Sebagai ibu hamil, sudah pernahkah bunda mendengar istilah IMD atau Inisiasi Menyusui Dini? Terutama nih untuk para bunda yang sudah memasuki kehamilan di trimester terakhir. Pengetahuan tentang apa itu IMD dan apa saja manfaat IMD akan sangat berguna bagi bunda menjelang proses persalinan. Karena proses ini akan memudahkan proses bunda menyusui Si Kecil kedepannya. Sayangnya, untuk saat ini masih banyak bunda dan tenaga kesehatan yang belum memahami seberapa penting IMD untuk dilakukan. Oleh karena itu, temanbusui.net kali ini ingin memberikan ringkasan informasi tentang manfaat IMD bagi ibu dan bayi segera setelah melahirkan.

Apa itu IMD?

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yaitu proses pemberian ASI pada bayi dalam 1 jam pertama setelah bayi dilahirkan.

Proses ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi yang baru lahir di dada atau perut ibu dengan posisi tengkurap dan kepala menghadap kearah bunda. IMD dilakukan selama kurang lebih 60 menit. Selama proses ini, bayi secara alami akan berusaha mencari sendiri sumber ASI sehingga dapat sekaligus melatih bayi menyusu sejak dini.

Tatacara Pelaksanaan IMD

Merangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa tatacara pelaksanaan IMD yang benar:

  1. Segera setelah bayi lahir serta ibu dan bayi dalam kondisi stabil, proses IMD dapat dilaksanakan.
  2. Keringkan tubuh bayi kecuali kedua tangannya, karena cairan ketuban ditangan bayi memiliki bau yang sama dengan puting bunda. Sehingga dapat membantu bayi mencari puting bunda.
  3. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, bayi ditengkurapkan diatas perut bunda dengan kepala bayi menghadap kearah kepala bunda.
  4. Jika ruangan dingin, berikan selimut untuk menghangatkan bunda dan bayi atau kenakan topi pada kepala bayi.
  5. Setelah sekitar 12-44 menit, bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya.
  6. Kemudian bayi mencapai puting dengan mengandalkan indra penciuman. Bayi mengangkat kepala dan mulai menyusu antara menit ke- 27-71.
  7. Ketika bayi siap menyusu, waktu yang dibutuhkan yaitu sekitar 15 menit. Setelah selesai selama 2 -2,5 jam kemudian, bayi tidak akan menunjukan keinginan untuk menyusu.
  8. Usai pelaksanaan IMD, bayi baru bisa mendapatkan perawatan seperti ditimbang, diberi suntikan vitamin K1 dan pengolesan salep pada mata bayi.
  9. Tunda memandikan bayi kurang lebih 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya.
  10. Lakukan rawat gabung/rooming in agar bayi tetap dalam jangkauan bunda dan dapat disusukan sesuai keinginan bayi.

Manfaat IMD bagi Bayi

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memberikan banyak sekali manfaat bagi bayi, diantaranya adalah:

1. Memberikan kolostrum untuk bayi

Kolostrum yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang pertama kali keluar setelah bunda melahirkan. Kolostrum sangat penting bagi bayi baru lahir karena:

  • Kaya akan antibodi dan anti-infeksi yang dapat melindungi bayi dari infeksi
  • Mengandung growth factors untuk membantu perkembangan usus bayi, sehingga sistem pencernaan dapat berfungsi dengan optimal.
  • Kolostrum dapat merangsang keluarnya mekonium (kotoran pertama bayi) sehingga mengurangi risiko penyakit kuning pada bayi.
  • Jumlah kolostrum yang sedikit, sesuai dengan kapasitas lambung bayi baru lahir.

2. Mencegah Hipotermia pada bayi

Pelaksanaan IMD dapat membantu mengatur suhu tubuh bayi menjadi stabil dan terhindar dari hipotermia. Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh bayi yang terlalu rendah dan dibawah normal yaitu kurang dari 36,5 derajat Celcius. Dengan demikian mengurangi risiko kematian bayi akibat kedinginan.

3. Melindungi bayi dari berbagai penyakit

ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Selain itu, ASI juga dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia.

Proses IMD juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena bakteri baik dikulit bunda akan masuk ke tubuh bayi.

4. Melindungi sistem pencernaan bayi baru lahir

Ketika proses IMD, bayi diletakkan didada bunda. Saat itu, bayi akan mendapatkan kuman baik yaitu prebiotik dan probiotik Lactobacillus sp dari dada bunda. Kuman baik ini sangat penting bagi bayi karena dapat melindungi sistem pencernaan bayi yang belum kuat.

5. Menurunkan risiko kematian bayi mendadak

Kontak kulit yang dilakukan selama proses IMD dapat menurunkan risiko kematian bayi pada bulan pertama kehidupannya.

6. Mempererat hubungan ibu dengan bayi

Bayi yang menerima kontak kulit dengan ibu sejak ia dilahirkan, dinilai memiliki hubungan yang lebih erat dimasa yang akan datang.

Manfaat IMD bagi Ibu

7. Merangsang produksi hormon oksitosin

Sentuhan bayi pada bunda saat proses IMD dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormin inilah yang berperan penting untuk merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI.  

8. Membantu mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan.

Stimulasi gerakan yang dilakukan bayi pada proses IMD dapat membantu uterus (rahim) bunda untuk berkontraksi. Sehingga dapat mengurangi risiko perdarahan setelah bunda melahirkan serta membantu rahim kembali ke ukurannya yang semula.

9. Meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif

Dengan IMD, bayi dapat diajarkan cara menyusu sejak dini sehingga dapat memudahkan proses menyusui selanjutnya. Oleh karena itu, IMD menjadi langkah awal dalam mencapai keberhasilan bayi mendapatkan ASI eksklusif.

Referensi: idai.co.id, sehatq.com, aimi-asi.org

8 Alasan Penting Mengapa Ibu Harus Menyusui Si Kecil

8 Alasan Penting Mengapa Ibu Harus Menyusui Si Kecil

Menyusui merupakan proses alami yang akan dilalui setiap ibu setelah proses melahirkan. Dengan menyusui, kebutuhan nutrisi bayi akan terpenuhi sejak awal kehidupannya. Terlebih lagi, Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi paling ideal untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Disisi lain, karena beberapa kendala banyak bunda yang kesulitan dalam memberikan ASI. Meski begitu, bunda harus tetap optimis bahwa bunda bisa menyusui. Agar lebih yakin, yuk simak 8 alasan penting mengapa bunda harus menyusui dan kapan bunda boleh tidak menyusui di artikel ini!

8 Alasan Mengapa Ibu Harus Menyusui

Melansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa alasan mengapa bunda harus menyusui Si Kecil:

Menyusui Bagi Bayi

1. Penting untuk sistem kekebalan tubuh bayi

Kolostrum yaitu cairan berwarna kekuningan yang keluar dari payudara bunda pertama kali merupakan cairan yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh). Antibodi ini sangat bermanfaat untuk bayi karena dapat melindungi saluran cerna bayi dari kuman yang masuk. Hal ini karena sistem kekebalan bayi belum matang dan belum berfungsi dengan baik. Dengan menyusui, bunda bisa memberikan perlindungan terbaik bagi bayi melalui kolostrum dan ASI yang keluar.

2. ASI untuk perkembangan intelektual anak

Kajian ilmiah mengungkapkan bahwa menyusui dapat mempengaruhi perkembangan intelektual anak. Alasannya karena ketika menyusui, bunda bisa memberikan pelukan erat dan rasa nyaman yang berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Dimasa depan, anak yang disusui akan memiliki kecerdasan dan emosi yang lebih matang dibanding anak yang tidak disusui. Dan ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosialnya di masyarakat. Beberapa publikasi penelitian tentang efek menyusui terhadap IQ bayi juga memperlihatkan bahwa bayi ASI mempunyai nilai IQ 3-5 lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat susu formula.

3. ASI menjaga kesehatan saluran cerna bayi

Tahukah Bunda? ASI lebih mudah dicerna bayi dibandingkan susu formula. Dengan begitu kesehatan saluran cerna bayi akan tetap terjaga. Terlebih lagi, proses pematangan saluran cerna bayi juga distimulasi oleh ASI. Selain itu, bayi yang mendapat ASI mempunyai daya tahan tubuh alami yang lebih kuat. Hal ini karena saluran cerna bayi yang mendapat ASI mengandung bakteri baik yang dapat mencegah pertumbuhan organisme yang merugikan. Sehingga mempunyai efek terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh.

4. Memperkuat hubungan bunda dengan bayi

Para ahli psikologi meyakini bahwa bayi dapat menikmati rasa aman, kehangatan, keberadaan dan juga kontak kulit dengan bunda selama menyusui. Perasaan ini tidak dapat diperoleh bayi yang mendapatkan susu botol. Oleh karena itu, menyusui merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan/ikatan emosi antara bayi dengan bunda.

Menyusui Bagi Ibu

5. Menyusui lebih praktis dibanding susu formula

Dibanding memberikan sufor, menyusui secara langsung dapat meringankan beban bunda selama mengasuh Si Kecil. Alasannya karena bunda tidak perlu membeli susu formula, tidak repot membuat susu dan mensterilkan botol.

6. Mengurangi risiko infeksi setelah melahirkan

Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan juga dapat meningkatkan kadar antibodi didalam sirkulasi darah bunda. Dengan begitu dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi setelah melahirkan.

7. Membantu rahim kembali ke ukuran semula sebelum hamil

Menyusui dapat merangsang uterus (rahim) untuk berkontraksi agar dapat kembali ke ukurannya semula sebelum hamil. Dengan demikian dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan.

8. Kontrasepsi alami

Dilaporkan juga bahwa menyusui memiliki peran sebagai salah satu cara kontrasepsi alami. Hal ini karena selama menyusui, proses ovulasi (lepasnya sel telur) akan tertekan, sehingga kemungkinan hamil selama menyusui lebih kecil.

Kapan Ibu Boleh Tidak Menyusui?

Pada kondisi tertentu, beberapa bunda memang tidak dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif. Yaitu jika bunda:

  1. Sedang menjalani kemoterapi untuk kanker
  2. Mengonsumsi obat-obatan yang dilarang seperti kokain atau mariyuana
  3. Positif mengidap penyakit HIV
  4. Bayi bunda mengidap penyakit galactosemia. Yaitu kondisi dimana tubuh bayi tidak dapat menerima gula alami seperti galaktosa yang terdapat pada ASI.
  5. Bunda sedang dalam masa pengobatan yang mengharuskan minum obat. Contohnya seperti penyakit Parkinson, Arthritis atau Sakit Kepala/Migrain.
  6. Mengidap tuberkolosis aktif yang belum ditangani.

Referensi: idai.or.id, ibupedia.com

Yakin ASI Si Kecil Sudah Tercukupi? Yuk, Cek 8 Tanda-tanda Bayi Cukup ASI Berikut Ini.

Yakin ASI Si Kecil Sudah Tercukupi? Yuk, Cek 8 Tanda-tanda Bayi Cukup ASI Berikut Ini.

ASI saya cukup gak ya? Mungkin banyak bunda yang memiliki pertanyaan serupa. Kecemasan akan kurangnya ASI muncul seiring dengan bertambahnya kesadaran bunda tentang pentingnya ASI.  Karena setiap bunda tentu ingin memberikan yang terbaik bagi buat hatinya. Salah satunya dengan berhasil memberikan ASI eksklusif. Nah, agar bunda tidak cemas lagi, bunda juga perlu tahu tanda-tanda bayi cukup ASI serta tanda-tanda bahaya pada bayi. Apa saja tanda-tandanya? Simak penjelasan di artikel ini ya bund.

Pentingnya ASI

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Hal ini karena ASI mengandung semua zat gizi dan zat kekebalan tubuh yang sangat dibutuhkan bayi. Terutama karena pada tahun pertama kehidupannya, sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang. Sehingga bayi belum bisa melawan infeksi seperti orang dewasa.

Kandungan zat kebebalan pada ASI sangat berguna untuk melindungi bayi dari infeksi. Terlebih, fakta dilapangan menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih jarang sakit dibanding bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. Jadi, selalu pastikan Si Kecil mendapatkan ASI yang cukup ya bund.  

Tanda Bayi Cukup ASI

  1. Bayi tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur saat menyusu
  2. Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi lebih dari 6 kali sehari
  3. Urin berwarna jernih dan tidak berwarna kekuningan
  4. Frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 4 kali sehari
  5. Tinja pertama bayi (mekonium) keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir
  6. Setelah berumur 5 hari, tinja bayi berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu.
  7. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahir
  8. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10-14 hari setelah lahir.

Kenali Juga Tanda-tanda Bahaya Pada Bayi

  1. Bayi rewel, menangis dan gelisah terus menerus
  2. Urin berwarna merah bata pada popok setelah hari ke-5
  3. Bayi buang air kecil (BAK) kurang dari 6 kali dalam sehari setelah hari ke-5
  4. Mekonium masih keluar pada usia 4 atau 5 hari
  5. Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar selama 24 jam
  6. Tinja bayi berwarna coklat dan sedikit
  7. Kehilangan berat badan lebih dari 7% atau lebih dalam 3 hari pertama

Tips Agar Berhasil Memberikan ASI Eksklusif

  1. Menyusui on demand (sesuai permintaan bayi) dan membangunkan bayi setiap 2 jam untuk menyusu
  2. Menyusui sesering mungkin, minimal 8-12 kali sehari
  3. Tidak memberikan asupan lain selain ASI
  4. Tidak memberikan dot/empeng karena dapat menyebabkan bayi bingung puting
  5. Pelajari teknik menyusui yang benar, baik posisi maupun cara pelekatan bayi yang benar agar payudara dapat dikosongkan dengan optimal.
  6. Perhatikan berat badan bayi pada hari-hari pertama setelah kelahirannya. Bila penurunan terlalu banyak, dapat dibantu dengan memerah ASI dan memberikannya langsung ke bayi. Sambil terus berlatih menyusui.

Referensi: idai.or.id, aimi-asi.org

Penting! Inilah 6 Rahasia Agar ASI Cepat Keluar Setelah Melahirkan

Penting! Inilah 6 Rahasia Agar ASI Cepat Keluar Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, tugas selanjutnya yang harus bunda lakukan adalah menyusui Si Kecil. Pada beberapa bunda, ASI akan segera keluar sesaat setelah melahirkan. Namun pada sebagian bunda, ASI hanya sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Tentu hal ini membuat bunda khawatir. Tapi jangan panik dulu ya bund. Pada umumnya, produksi ASI akan lancar setelah 2-3 hari setelah melahirkan. Oleh karena itu, bunda bisa melakukan beberapa tips agar ASI cepat keluar, berikut ini. Sebelum itu, yuk simak dulu penyebab ASI sulit keluar ya bund.

Penyebab ASI Sulit Keluar

Sebagai ibu baru, beberapa bunda mungkin merasa khawatir jika ASI-nya sedikit atau kurang. Padahal stress bisa jadi alasan utama produksi ASI yang rendah lho bund. Karena ketika bunda stress, hormon oksitosin ditubuh bunda akan menurun. Sedangkan hormon oksitosin sangatlah penting untuk memproduksi ASI. Maka dari itu, selama menyusui usahakan untuk bahagia dan hindari stress ya bund. Dengan begitu hormon oksitosin akan meningkat dan produksi ASI menjadi lancar.xc

Sudah menjadi keharusan untuk ibu hamil menjaga asupan nutrisinya selama kehamilan. Akan tetapi beberapa bunda mungkin kurang mengonsumsi makanan bergizi tinggi serta buah dan sayur-sayuran sehingga produksi ASI-nya sedikit. Karena produksi ASI juga sangat dipengaruhi makanan yang dikonsumsi bunda. Semakin baik nutrisinya, maka bunda dapat menghasilkan ASI yang deras dan berkualitas.

Tahukah bunda? Secara ilmiah, ASI sudah mulai diproduksi ketika masa kehamilan 6-8 bulan. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Akan tetapi, hormon progesteron akan menekan kedua hormon tersebut hingga bunda melahirkan. Hal ini karena hormon oksitosin akan merangsang rahim untuk kontraksi. Setelah bunda melahirkan, hormon progesteron akan menurun dan hormon prolaktin dan oksitosin akan  meningkat untuk merangsang produksi ASI.

Beberapa ibu menyusui mulai menggunakan alat kontrasepsi setelah bayi lahir. Padahal banyak alat kontrasepsi yang beredar memiliki kandungan hormon estrogen yang tinggi. Hal ini membuat keseimbangan hormon bunda terganggu. Akhirnya membuat produksi ASI juga ikut terganggu. Oleh sebab itu, jika bunda sedang menyusui, sebaiknya hindari penggunaan alat kontrasepsi ini ya bund.

6 Rahasia Supaya ASI Cepat Keluar Pasca Melahirkan

Berikut ini beberapa cara yang bisa bunda lakukan agar ASI lancar dan cepat keluar setelah melahirkan.

1. IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

Merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan ketika ibu baru saja melahirkan. IMD dilakukan sekitar 30 menit setelah melahirkan. Yaitu dengan cara meletakan bayi diatas tubuh ibu. IMD bermanfaat untuk merangsang produksi ASI cepat keluar secara alami. Hal ini karena bayi akan memberikan rangsangan pada payudara dengan hisapannya.

2. Bedding In (Satu tempat tidur)

Dilakukan dengan cara meletakkan bayi diranjang yang sama dengan ibu. Cara ini efektif untuk membuat ASI cepat keluar karena memudahkan bayi menyusu secara langsung.

3. Pijak laktasi dan oksitosin

Ibu yang baru melahirkan biasanya akan mengalami payudara bengkak karena terisi ASI. Meski demikian, bunda perlu memijat payudara agar aliran ASI menjadi lancar. Caranya adalah dengan memijat payudara dengan arah memutar dan menjauhi payudara.

Selain pijat pada payudara, bunda juga bisa melakukan pijat oksitosin. Yaitu pijat yang dilakukan pada punggung ibu menyusui dan dibantu oleh ayah. Dengan begitu, hormon oksitosin akan meningkat dan produksi ASI menjadi lancar.

4. Rutin menyusui

Seperti dijelaskan diartikel sebelumnya, prinsip produksi ASI adalah supply dan demand. Yakni semakin banyak ASI dikeluarkan atau dikosongkan, maka produksi ASI akan semakin meningkat. Maka dari itu, rajin-rajinlah menyusui Si Kecil ya bund.

5. Rileks

Melahirkan memang proses yang melelahkan dan kadang menimbulkan stress. Oleh karenanya dapat mempengaruhi proses produksi ASI bunda. Usahakan agar selama menyusui, bunda dalam kondisi yang rileks dan bahagia ya. Dengan begitu, tubuh akan melepas hormon oksitosin yang dapat membuat ASI cepat keluar.

6. Jaga asupan makanan

Cara terakhir agar ASI cepat keluar yaitu dengan memenuhi kebutuhan  nutrisi selama menyusui. Misalnya seperti kebutuhan kalori, protein, karbohidrat, kalsium serta zat gizi lainnya. Jika bunda khawatir tidak bisa memenuhi semua nutrisi diatas, bunda juga bisa mengonsumsi pelancar ASI seperti Lactamond. Karena Lactamond mengandung semua gizi penting yang bunda butuhkan untuk memproduksi ASI yang deras dan berkualitas.

5 Cara Mudah Tingkatkan ASI Secara Alami dan Efektif

5 Cara Mudah Tingkatkan ASI Secara Alami dan Efektif

Memiliki produksi ASI yang melimpah pasti menjadi impian setiap bunda. Sayangnya, tidak semua bunda beruntung memiliki ASI yang deras setelah melahirkan. Sedikitnya produksi ASI akhirnya membuat ibu menyusui merasa sedih dan stress. Khawatir jika Si Kecil akan kekurangan ASI. Oleh karena itu, banyak ibu muda yang belum tahu cara memperbanyak ASI, memilih untuk memberikan susu formula (sufor). Padahal susu formula semahal apapun tidak dapat menandingi kandungan nutrisi pada ASI. Lalu, bagaimana cara mudah tingkatkan produksi ASI secara alami dan efektif? Simak ulasannya berikut ini.

Cara Meningkatkan Produksi ASI secara Alami

1. Cukupi kebutuhan cairan

Tahukah bunda? Komposisi tertinggi yang ada pada ASI adalah air, yaitu sekitar 90%. Jadi, salah satu cara meningkatkan produksi ASI yang efektif adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan hariannya. Minumlah air minimal 8 gelas sehari atau lebih bergantung kebutuhan masing-masing bunda. Dengan tetap terhidrasi maka bunda tetap dapat memproduksi ASI yang melimpah.

2. Hindari stress

Stress atau cemas selama menyusui dapat mempengaruhi produksi ASI. Maka dari itu, untuk memiliki ASI yang melimpah ibu menyusui harus menghindari atau mengurangi tingkat stressnya. Karena stress yang berlebih akan mengurangi nutrisi dan mineral yang ada pada tubuh ibu. Akibatnya, ASI tidak dapat terbentuk dengan sempurna. Cara yang bisa bunda lakukan untuk mengurangi stress yaitu dengan:

  • Melakukan relaksasi
  • Istirahat yang cukup
  • Menjaga kesehatan mental agar terhindar dari depresi pasca melahirkan.

3. Hindari penggunaan dot/botol

Sebagian bunda bermudah-mudahan untuk memberikan ASI melalui dot/botol. Apalagi bunda karir yang harus pergi ke kantor dan meninggalkan Si Kecil dirumah. Akan tetapi, sudahkah bunda tahu, jika penggunaan dot/botol tidak dianjurkan untuk bayi. Alasannya karena dot/botol dapat memberikan dampak buruk pada bayi maupun produksi ASI bunda, seperti:

  • Bayi mengalami bingung puting
  • Membuat bayi malas menghisap karena aliran susu dari botol lebih kencang
  • Produksi ASI menurun karena payudara bunda kurang mendapat rangsangan hisapan bayi
  • Dapat mengganggu pertumbuhan/struktur gigi Si Kecil dimasa mendatang

4. Menyusui secara eksklusif

Menambahkan susu formula selama menyusui dapat mengganggu proses alami produksi ASI. ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand (penawaran dan permintaan). Artinya, semakin banyak ASI disusukan, maka produksinya akan semakin banyak. Begitu pula sebaliknya. Jadi cara selanjutnya untuk meningkatkan ASI adalah dengan terus menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun.

Daripada memberikan tambahan susu formula, akan lebih baik jika bunda mencoba untuk mengonsumsi pelancar ASI. Selain itu, agar produksi ASI tetap lancar, bunda juga bisa rutin mempompa ASI disela-sela sesi menyusui langsung.  

5. Penuhi asupan nutrisi

Cara terakhir untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan memperhatikan asupan gizi dan nutrisi bunda. Bagaimanapun, produksi ASI juga sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang bunda konsumsi. Terlebih lagi, ibu menyusui butuh ekstra 500 kalori lebih tinggi untuk dapat menghasilkan ASI.

Selanjutnya, bunda juga bisa mengonsumsi makanan yang bersifat galaktagog. Yaitu makanan yang dapat membantu melancarkan ASI, seperti:

  • Gandum
  • Almond
  • Kedelai
  • Kacang hijau
  • Madu
  • Ekstrak malt

Itulah beberapa cara mudah untuk meningkatkan produksi ASI secara alami dan efektif. Bunda juga bisa mengonsumsi susu Pelancar ASI seperti Lactamond. Susu nabati yang terbuat dari kacang-kacangan alami serta kolagen ikan yang dapat membantu meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI bunda. ASI lancar kini bukan hanya impian saja.

 

Referensi: gentlenursery.com, verywellfamlily.com

4 Penyebab Umum Bayi Gumoh serta Cara Mengatasinya

4 Penyebab Umum Bayi Gumoh serta Cara Mengatasinya

Pernahkah bayi bunda mengalami gumoh? Sebagian bunda mungkin merasa khawatir jika Si Kecil sering mengalami gumoh. Terlebih bagi ibu baru. Namun, sebaiknya jangan panik dulu ya bund. Gumoh sebenarnya umum dialami bayi dan bukan hal yang berbahaya. Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan dari lambung yang baru saja ditelan bayi. Dalam istilah medis, gumoh disebut juga refluks. Nah, agar bunda tidak khawatir, mari cari tahu apa saja penyebab bayi mengalami gumoh serta cara mengatasinya. Dengan begitu, bunda tidak akan panik ketika Si Kecil mengalami gumoh.  

Gumoh merupakan kondisi yang dianggap normal terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini terjadi karena organ cerna bayi seperti kerongkongan dan lambungnya belum bekerja secara optimal. Biasanya gumoh akan berangsur hilang seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, yakni hingga sekitar usia 1 tahun.

Meskipun begitu, jika bayi terlalu sering mengalami gumoh dan bahkan berulang setiap jam, maka bunda harus lebih waspada.

Perbedaan antara Gumoh dengan Muntah

Beberapa bunda mungkin bingung untuk membedakan antara gumoh dan muntah pada bayi. Kedua hal ini ternyata berbeda lho bund. Muntah terjadi ketika ada dorongan dan kontraksi yang kuat dari otot lambung untuk mengeluarkan isi lambung. Sedangkan gumoh terjadi ketika cairan mengalir keluar tanpa adanya tekanan dari lambung bayi.

Terkadang gumoh juga terjadi bersamaan ketika bayi bersendawa. Dan hal ini tidak mengapa jika tidak membuat bayi rewel dan merasa tidak nyaman.

Penyebab Umum Bayi Gumoh

Selain karena organ pencernaan bayi yang belum sempurna, gumoh juga dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Bayi berada dimasa peralihan MPASI. Dimana bayi akan beradaptasi dengan tekstur makanan yang lebih padat. Pada masa ini kemungkinan bayi mengalami gumoh akan lebih sering.
  2. Bayi terlalu bersemangat minum ASI. Gumoh bisa terjadi karena ASI yang masuk terlalu banyak sedangkan ukuran lambungnya masih kecil. Jadi bunda perlu memperhatikan agar bayi tidak terlalu banyak minum ASI.
  3. Cegukan juga bisa membuat bayi mengalami gumoh.
  4. Kebiasaan bayi yang terus bergerak saat menyusu atau makan dapat membuat perut mengalami tekanan yang tinggi. Sehinga bayi mengalami gumoh.

Tanda Gumoh yang Normal

Pada umumnya, bayi yang gumoh mengeluarkan cairan ASI atau makanan berbentuk cair. Berikut ini merupakan tanda gumoh yang normal pada bayi.

  • Bayi tetap merasa nyaman dan tidak rewel
  • Bayi masih mau makan dan menyusu
  • Bayi tidak alami kesulitan dalam bernapas
  • Berat badan bayi normal

Tanda Gumoh yang Membahayakan Bagi Bayi

Selain penyebab serta tanda gumoh yang normal pada bayi, bunda juga perlu mengetahui kebiasaan gumoh yang berisiko membahayakan bayi, seperti:

  • Bayi masih sering gumoh meski sudah berusia lebih dari 1 tahun
  • Perut bayi terlihat membesar disertai demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • Berat badan bayi tidak bertambah
  • Bayi terlihat kesulitan bernapas
  • Bayi rewel, menangis dan tidak nyaman
  • Cairan yang keluar dari mulut bayi tergolong banyak
  • Frekuensi gumoh lebih sering
  • Cairan gumoh yang keluar berwarna hijau, kuning atau merah
  • Bayi mengalami dehidrasi

Jika mengalami tanda-tanda gumoh seperti diatas, maka kemungkinan bayi mengalami masalah pada sistem pencernaannya. Segera periksakan bayi ke dokter spesialis anak untuk mengetahui penyebab serta cara menanganinya ya bund.

Bagaimana Cara Mengatasi Gumoh Pada Bayi?

Berikut ini beberapa tips yang bisa bunda lakukan untuk mengatasi gumoh pada bayi.

Pastikan bayi dalam posisi tubuh lebih tegak saat makan atau menyusu, agar makanan lebih cepat turun ke saluran pencernaan. Pertahankan posisi ini 20-30 menit setelah menyusui.

Jika bayi sudah tampak kenyang, maka hentikan sesi menyusui agar ASI yang masuk tidak berlebihan. Bunda sebaiknya memberikan makanan atau susu dalam jumlah sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering.

Setelah sesi makan atau menyusui bayi selesai, usahakan untuk memberi jeda selama 30 menit sebelum bunda mengajak Si Kecil bermain.

Sendawa dapat membantu bayi mengeluarkan udara yang mungkin masuk kedalam lambungnya. Buatlah bayi bersendawa setiap selesai menyusu atau makan. Caranya dengan membiarkan dada dan perut bayi bersandar di dada dan pundak bunda, lalu usap punggung bayi dengan lembut.

Bila bayi sering gumoh saat tidur, usahakan posisi kepala bayi lebih tinggi dari badannya. Tapi jangan gunakan bantal untuk mengganjal kepala bayi. Cukup menggunakan kain atau busa agar kepala bayi lebih tinggi dari kaki.

Jika bayi menyusu dengan dot, usahakan ukuran dot tidak terlalu besar. Hal ini untuk menghindari susu yang keluar terlalu banyak dan membuat bayi tersedak.

Referensi: sehatq.com, ruangmom.com