Mengenal Jenis-jenis ASI serta Kandungan Gizi Didalamnya

Mengenal Jenis-jenis ASI serta Kandungan Gizi Didalamnya

Sebagai ibu, bunda tentu tidak ragu lagi akan keunggulan serta keistimewaan ASI sebagai nutrisi terbaik untuk Si Kecil. ASI menyediakan beragam nutrisi penting yang sangat dibutuhkan bayi. Terutama pada 6 bulan awal kehidupannya. Hal ini karena ASI dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan optimal. Tentunya bunda ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil dengan memberikan ASI eksklusif bukan? Sebelum itu bunda juga perlu tau jenis-jenis ASI serta kandungan didalamnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini ya bund.

Komposisi ASI

ASI mengandung dua komponen nutrisi yakni makro dan mikro nutrien. Zat gizi yang masuk dalam kategori makro nutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan vitamin dan mineral masuk dalam kategori mikronutrien. Selain itu, ASI juga terdiri dari air yaitu sebanyak 90%. Keistimewaan ASI dibanding susu formula adalah volume dan komposisi nutrisi pada ASI akan berbeda-beda menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Oleh karena itu, ASI terbagi kedalam beberapa jenis yang juga memiliki kandungan zat gizi yang berbeda-beda.

Jenis-jenis ASI

1. Kolostrum

Adalah cairan ASI yang pertama kali keluar setelah bunda melahirkan. Kolostrum biasanya diproduksi sekitar 1-5 hari pertama sejak kelahiran bayi. Cairan ini biasanya berwarna kekuningan dan memiliki tekstur yang kental.

Sayangnya, banyak bunda yang mengira kolostrum sebagai ASI yang kurang baik. Padahal kolostrum mengandung berbagai zat gizi penting yang baik untuk bayi. Salah satunya yaitu kandungan protein yang tinggi. Selain itu, kolostrum juga tinggi kandungan vitamin larut lemak, mineral, antibodi, sel darah putih, vitamin A serta immunoglobulin. Itulah mengapa bunda harus memastikan Si Kecil mendapatkan kolostrum sejak awal kelahirannya.

2. ASI Transisi

Setelah produksi kolostrum selesai yaitu sekitar 7-14 hari setelah melahirkan, ASI bunda akan mengalami perubahan jenis. Jenis ASI diwaktu ini disebut sebagai ASI transisi atau ASI peralihan. ASI transisi merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi cairan ASI yang sesungguhnya.

Jika dibandingkan dengan kolostrum yang memiliki kandungan protein yang tinggi, ASI transisi banyak mengandung lemak dan gula susu (laktosa). ASI transisi biasanya terlihat kekuningan diawal dengan tekstur agak kental. Kemudian, seiring berjalan waktu ASI transisi akan telihat berwarna putih dengan tekstur lebih cair.

3. ASI Matur

Jenis ASI yang ketiga ini biasa disebut juga dengan ASI matang. ASI matur biasanya diproduksi pada tahap terakhir. ASI jenis ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya mengandung nutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Dengan banyaknya kandungan air pada ASI matur bermanfaat untuk menjaga bayi tetap terhidrasi/ terpenuhi kebutuhan cairannya dengan baik. Sedangkan kandungan nutrisinya bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan bayi.

ASI matur memiliki warna putih yang sama seperti susu pada umumnya. Namun kadang warnanya juga berubah dipengaruhi oleh makanan yang bunda konsumsi.

Terdapat dua jenis warna dan tekstur ASI matur yang bagus:

Jenis ASI matur ini biasanya keluar pada awal-awal sesi menyusui. Foremilk berwarna jernih dan sedikit kebiru-biruan. Warna tersebut menunjukan bahwa ASI ini memiliki kandungan lemak yang rendah serta memiliki tekstur yang encer. Meski demikian, foremilk masih termasuk jenis ASI yang bagus.

Jenis kedua dari ASI matur ini biasanya akan keluar menjelang sesi terakhir dari menyusui. Hindmilk berwarna putih pekat dan memiliki tekstur yang lebih kental. Hal ini karena hindmilk memiliki kandungan lemak yang tinggi jika dibandingkan dengan foremilk.

Selain itu hindmilk seringnya keluar pada sesi terakhir menyusui. Jika bayi keburu kenyang sebelum selesai menyusu, sebaiknya bunda gunakan pompa ASI untuk mengosongkan payudara. Semakin sering dipompa maka kandungan lemak dalam ASI akan terus meningkat dan membuatnya semakin kental.

Namun yang paling utama, sebaiknya bunda usahakan agar Si Kecil menyusui sampai akhir. Alasannya agar bayi mendapatkan semua tekstur ASI bunda serta semua kandungan nutrisi yang ada didalamnya.

Kandungan Gizi Pada ASI

1. Protein

ASI memiliki kandungan protein yang jauh tinggi dibanding susu sapi. Selain itu, kualitas protein pada ASI juga lebih tinggi karena memiliki kandungan asam amino yang lengkap.

Dari segi komposisi proteinnya, ASI juga berbeda dengan susu sapi. Kedua jenis susu ini sama-sama terdiri dari whey dan casein. Tetapi ASI memiliki kandungan protein whey yang lebih banyak sehingga ASI lebih mudah dicerna oleh usus bayi. Sedangkan susu sapi memiliki kandungan protein casein yang lebih banyak sehingga lebih sulit dicerna oleh bayi.

2. Karbohidrat

Laktosa merupakan karbohidrat utama yang terdapat didalam ASI. Setelah bayi menyusu, laktosa akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak bayi. Lebih lanjut, ASI memiliki kadar laktosa hampir 2 kali lipat dibanding laktosa yang ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Selain itu, penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding  susu sapi. Sehingga jarang ditemui bayi yang mengalami diare karena pemberian ASI.

3. Lemak

ASI memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini sangat dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan otaknya dengan cepat selama masa bayi.

Lemak yang banyak ditemukan pada ASI terdiri dari lemak omega 3 dan 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi. Selain itu, ASI juga mengandung banyak asam lemak rantai panjang seperti DHA dan ARA. Asam lemak tersebut berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata bayi.

Susu sapi tidak memiliki kandungan DHA dan ARA, sehingga hampir semua susu formula diberi tambahan DHA dan ARA. Meskipun begitu, kandungan DHA dan ARA pada susu formula tidak sebaik yang ada pada ASI.

4. Karnitin

ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi pada 3 minggu pertama menyusui. Terutama karnitin yang terdapat pada kolostrum. Karnitin memiliki peran dalan membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh bayi.

5. Vitamin A, D, E, K

ASI memiliki kandungan vitamin yang lengkap dan sangat dibutuhkan bayi seperti vitamin A, D, E dan K.

Berfungsi untuk kesehatan mata, pembelahan sel, kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Selain itu ASI juga mengandung bahan baku vitamin A yaitu beta karoten. Beta karoten berfungsi untuk mendukung tumbuh kembang serta daya tahan tubuh bayi yang baik.

Meski kandungan vitamin D termasuk sedikit didalam ASI, bunda bisa menambahkannya dengan menjemur bayi dipagi hari. Bayi bisa mendapatkan tambahan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Dengan demikian dapat mencegah bayi menderita penyakit tulang karena kekurangan vitamin D.

Jenis vitamin ini memiliki fungsi penting untuk ketahanan dinding sel darah merah. ASI mengandung vitamin E yang tinggi terutama pada jenis kolostrum dan ASI transisi.

Bayi membutuhkan asupan vitamin K dari ASI sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor pembekuan. Sama seperti vitamin D yang hanya ada sedikit pada ASI, bayi baru lahir juga perlu mendapatkan tambahan vitamin K. Salah satunya secara umum vitamin K diberikan dalam bentuk suntikan. Hal ini agar menghindari risiko terjadi perdarahan pada bayi.

6. Vitamin larut dalam air

ASI mengandung hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat dan vitamin C. Namun, kadar vitamin dalam ASI dapat dipengaruhi asupan makanan yang bunda konsumsi lho. Jadi usahakan bunda konsumsi vitamin tambahan ataupun konsumsi makanan yang bergizi tinggi ya.

7. Mineral

Berbeda dengan vitamin, kadar mineral dalam ASI tidak begitu dipengaruhi oleh makanan ataupun status gizi bunda. Kabar baiknya, mineral yang ada pada ASI memiliki kualitas lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan mineral didalam susu sapi. Mineral yang terdapat didalam ASI diantaranya:

Berfungsi untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf serta pembekuan darah.

Kadar zar besi pada ASI dan susu sapi sama-sama rendah. Namun zat besi ASI lebih mudah diserap bayi. Bunda juga tidak perlu khawatir karena ketika masa MPASI bunda bisa memberikan makanan dengan zat besi tinggi. Hal ini agar mengurangi risiko bayi kekurangan zat besi.

Mineral ini dibutuhkan oleh tubuh bayi karena berfungsi membantu berbagai proses metabolisme didalam tubuh.

Selebihnya, ASI juga mengandung mineral lain seperti fosfor, mangan, tembaga, kromium, fluor dan selenium. Dimana semua mineral tersebut bermanfaat untuk pertumbungan dan perkembangan bayi.

Solusi ASI Deras Berkualitas

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis ASI serta kandungan nutrisi yang ada didalamnya. Selain menjaga pola makan seimbang, bunda juga bisa meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI. 

Salah satunya dengan konsumsi susu nabati Lactamond. 

Sudah banyak bunda yang membuktikan lho bund. Setelah konsumsi Lactamond, produksi ASI semakin deras dan tentunya kental berkualitas. Bayi tumbuh sehat dengan ASI yang optimal.

Referensi: hellosehat.com, idai.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *