Jangan Lewatkan! Inilah 9 Manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Bagi Ibu dan Bayi

Jangan Lewatkan! Inilah 9 Manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Bagi Ibu dan Bayi

Sebagai ibu hamil, sudah pernahkah bunda mendengar istilah IMD atau Inisiasi Menyusui Dini? Terutama nih untuk para bunda yang sudah memasuki kehamilan di trimester terakhir. Pengetahuan tentang apa itu IMD dan apa saja manfaat IMD akan sangat berguna bagi bunda menjelang proses persalinan. Karena proses ini akan memudahkan proses bunda menyusui Si Kecil kedepannya. Sayangnya, untuk saat ini masih banyak bunda dan tenaga kesehatan yang belum memahami seberapa penting IMD untuk dilakukan. Oleh karena itu, temanbusui.net kali ini ingin memberikan ringkasan informasi tentang manfaat IMD bagi ibu dan bayi segera setelah melahirkan.

Apa itu IMD?

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yaitu proses pemberian ASI pada bayi dalam 1 jam pertama setelah bayi dilahirkan.

Proses ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi yang baru lahir di dada atau perut ibu dengan posisi tengkurap dan kepala menghadap kearah bunda. IMD dilakukan selama kurang lebih 60 menit. Selama proses ini, bayi secara alami akan berusaha mencari sendiri sumber ASI sehingga dapat sekaligus melatih bayi menyusu sejak dini.

Tatacara Pelaksanaan IMD

Merangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa tatacara pelaksanaan IMD yang benar:

  1. Segera setelah bayi lahir serta ibu dan bayi dalam kondisi stabil, proses IMD dapat dilaksanakan.
  2. Keringkan tubuh bayi kecuali kedua tangannya, karena cairan ketuban ditangan bayi memiliki bau yang sama dengan puting bunda. Sehingga dapat membantu bayi mencari puting bunda.
  3. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, bayi ditengkurapkan diatas perut bunda dengan kepala bayi menghadap kearah kepala bunda.
  4. Jika ruangan dingin, berikan selimut untuk menghangatkan bunda dan bayi atau kenakan topi pada kepala bayi.
  5. Setelah sekitar 12-44 menit, bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya.
  6. Kemudian bayi mencapai puting dengan mengandalkan indra penciuman. Bayi mengangkat kepala dan mulai menyusu antara menit ke- 27-71.
  7. Ketika bayi siap menyusu, waktu yang dibutuhkan yaitu sekitar 15 menit. Setelah selesai selama 2 -2,5 jam kemudian, bayi tidak akan menunjukan keinginan untuk menyusu.
  8. Usai pelaksanaan IMD, bayi baru bisa mendapatkan perawatan seperti ditimbang, diberi suntikan vitamin K1 dan pengolesan salep pada mata bayi.
  9. Tunda memandikan bayi kurang lebih 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya.
  10. Lakukan rawat gabung/rooming in agar bayi tetap dalam jangkauan bunda dan dapat disusukan sesuai keinginan bayi.

Manfaat IMD bagi Bayi

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memberikan banyak sekali manfaat bagi bayi, diantaranya adalah:

1. Memberikan kolostrum untuk bayi

Kolostrum yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang pertama kali keluar setelah bunda melahirkan. Kolostrum sangat penting bagi bayi baru lahir karena:

  • Kaya akan antibodi dan anti-infeksi yang dapat melindungi bayi dari infeksi
  • Mengandung growth factors untuk membantu perkembangan usus bayi, sehingga sistem pencernaan dapat berfungsi dengan optimal.
  • Kolostrum dapat merangsang keluarnya mekonium (kotoran pertama bayi) sehingga mengurangi risiko penyakit kuning pada bayi.
  • Jumlah kolostrum yang sedikit, sesuai dengan kapasitas lambung bayi baru lahir.

2. Mencegah Hipotermia pada bayi

Pelaksanaan IMD dapat membantu mengatur suhu tubuh bayi menjadi stabil dan terhindar dari hipotermia. Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh bayi yang terlalu rendah dan dibawah normal yaitu kurang dari 36,5 derajat Celcius. Dengan demikian mengurangi risiko kematian bayi akibat kedinginan.

3. Melindungi bayi dari berbagai penyakit

ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Selain itu, ASI juga dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia.

Proses IMD juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena bakteri baik dikulit bunda akan masuk ke tubuh bayi.

4. Melindungi sistem pencernaan bayi baru lahir

Ketika proses IMD, bayi diletakkan didada bunda. Saat itu, bayi akan mendapatkan kuman baik yaitu prebiotik dan probiotik Lactobacillus sp dari dada bunda. Kuman baik ini sangat penting bagi bayi karena dapat melindungi sistem pencernaan bayi yang belum kuat.

5. Menurunkan risiko kematian bayi mendadak

Kontak kulit yang dilakukan selama proses IMD dapat menurunkan risiko kematian bayi pada bulan pertama kehidupannya.

6. Mempererat hubungan ibu dengan bayi

Bayi yang menerima kontak kulit dengan ibu sejak ia dilahirkan, dinilai memiliki hubungan yang lebih erat dimasa yang akan datang.

Manfaat IMD bagi Ibu

7. Merangsang produksi hormon oksitosin

Sentuhan bayi pada bunda saat proses IMD dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormin inilah yang berperan penting untuk merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI.  

8. Membantu mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan.

Stimulasi gerakan yang dilakukan bayi pada proses IMD dapat membantu uterus (rahim) bunda untuk berkontraksi. Sehingga dapat mengurangi risiko perdarahan setelah bunda melahirkan serta membantu rahim kembali ke ukurannya yang semula.

9. Meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif

Dengan IMD, bayi dapat diajarkan cara menyusu sejak dini sehingga dapat memudahkan proses menyusui selanjutnya. Oleh karena itu, IMD menjadi langkah awal dalam mencapai keberhasilan bayi mendapatkan ASI eksklusif.

Referensi: idai.co.id, sehatq.com, aimi-asi.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *