8 Alasan Penting Mengapa Ibu Harus Menyusui Si Kecil

8 Alasan Penting Mengapa Ibu Harus Menyusui Si Kecil

Menyusui merupakan proses alami yang akan dilalui setiap ibu setelah proses melahirkan. Dengan menyusui, kebutuhan nutrisi bayi akan terpenuhi sejak awal kehidupannya. Terlebih lagi, Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi paling ideal untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Disisi lain, karena beberapa kendala banyak bunda yang kesulitan dalam memberikan ASI. Meski begitu, bunda harus tetap optimis bahwa bunda bisa menyusui. Agar lebih yakin, yuk simak 8 alasan penting mengapa bunda harus menyusui dan kapan bunda boleh tidak menyusui di artikel ini!

8 Alasan Mengapa Ibu Harus Menyusui

Melansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa alasan mengapa bunda harus menyusui Si Kecil:

Menyusui Bagi Bayi

1. Penting untuk sistem kekebalan tubuh bayi

Kolostrum yaitu cairan berwarna kekuningan yang keluar dari payudara bunda pertama kali merupakan cairan yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh). Antibodi ini sangat bermanfaat untuk bayi karena dapat melindungi saluran cerna bayi dari kuman yang masuk. Hal ini karena sistem kekebalan bayi belum matang dan belum berfungsi dengan baik. Dengan menyusui, bunda bisa memberikan perlindungan terbaik bagi bayi melalui kolostrum dan ASI yang keluar.

2. ASI untuk perkembangan intelektual anak

Kajian ilmiah mengungkapkan bahwa menyusui dapat mempengaruhi perkembangan intelektual anak. Alasannya karena ketika menyusui, bunda bisa memberikan pelukan erat dan rasa nyaman yang berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Dimasa depan, anak yang disusui akan memiliki kecerdasan dan emosi yang lebih matang dibanding anak yang tidak disusui. Dan ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosialnya di masyarakat. Beberapa publikasi penelitian tentang efek menyusui terhadap IQ bayi juga memperlihatkan bahwa bayi ASI mempunyai nilai IQ 3-5 lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat susu formula.

3. ASI menjaga kesehatan saluran cerna bayi

Tahukah Bunda? ASI lebih mudah dicerna bayi dibandingkan susu formula. Dengan begitu kesehatan saluran cerna bayi akan tetap terjaga. Terlebih lagi, proses pematangan saluran cerna bayi juga distimulasi oleh ASI. Selain itu, bayi yang mendapat ASI mempunyai daya tahan tubuh alami yang lebih kuat. Hal ini karena saluran cerna bayi yang mendapat ASI mengandung bakteri baik yang dapat mencegah pertumbuhan organisme yang merugikan. Sehingga mempunyai efek terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh.

4. Memperkuat hubungan bunda dengan bayi

Para ahli psikologi meyakini bahwa bayi dapat menikmati rasa aman, kehangatan, keberadaan dan juga kontak kulit dengan bunda selama menyusui. Perasaan ini tidak dapat diperoleh bayi yang mendapatkan susu botol. Oleh karena itu, menyusui merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan/ikatan emosi antara bayi dengan bunda.

Menyusui Bagi Ibu

5. Menyusui lebih praktis dibanding susu formula

Dibanding memberikan sufor, menyusui secara langsung dapat meringankan beban bunda selama mengasuh Si Kecil. Alasannya karena bunda tidak perlu membeli susu formula, tidak repot membuat susu dan mensterilkan botol.

6. Mengurangi risiko infeksi setelah melahirkan

Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan juga dapat meningkatkan kadar antibodi didalam sirkulasi darah bunda. Dengan begitu dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi setelah melahirkan.

7. Membantu rahim kembali ke ukuran semula sebelum hamil

Menyusui dapat merangsang uterus (rahim) untuk berkontraksi agar dapat kembali ke ukurannya semula sebelum hamil. Dengan demikian dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan.

8. Kontrasepsi alami

Dilaporkan juga bahwa menyusui memiliki peran sebagai salah satu cara kontrasepsi alami. Hal ini karena selama menyusui, proses ovulasi (lepasnya sel telur) akan tertekan, sehingga kemungkinan hamil selama menyusui lebih kecil.

Kapan Ibu Boleh Tidak Menyusui?

Pada kondisi tertentu, beberapa bunda memang tidak dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif. Yaitu jika bunda:

  1. Sedang menjalani kemoterapi untuk kanker
  2. Mengonsumsi obat-obatan yang dilarang seperti kokain atau mariyuana
  3. Positif mengidap penyakit HIV
  4. Bayi bunda mengidap penyakit galactosemia. Yaitu kondisi dimana tubuh bayi tidak dapat menerima gula alami seperti galaktosa yang terdapat pada ASI.
  5. Bunda sedang dalam masa pengobatan yang mengharuskan minum obat. Contohnya seperti penyakit Parkinson, Arthritis atau Sakit Kepala/Migrain.
  6. Mengidap tuberkolosis aktif yang belum ditangani.

Referensi: idai.or.id, ibupedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *